Review Pengalamanku Ke Gunung Munara

       Hai guys.. seneng banget deh setelah sekian lama menghilang akhirnya aku bisa kembali ngeblog lagi ( so' sibuk ceritanya ). Dengan kembalinya aku disini ( cieeee... ) aku pengen bercerita tentang pengalaman-pengalamanku menjelajahi tempat-tempat keceh yang ada di negeri tercinta kita ini. So langsung kita mulai aja ya. check it out...

       Kali ini aku pengen ngereview sebuah gunung yang berlokasi di daerah Rumpin, Bogor. namanya gunung Munara. Mungkin sebagian kalian masih asing sama gunung yang satu ini, karena gunung ini memang belum setenar gunung Gede-Pangrango atau gunung Salak yang sama-sama berlokasi di daerah Bogor. Tapi walau pun gunung Munara belum seterkenal gunung-gunung tadi, tempatnya cukup seru dan menyenangkan loh, karena disana terdapat goa-goa situs bersejarah, pemandangannya indah dan kontur gunungnya yang cukup curam lumayan mengasah keberanian kita ( apaan coba deh ). Jadi cukup recommended buat kamu-kamu yang hobi hiking.

        Saat kami datang kesini cukup ramai juga pengunjungnya. Mungkin karena ini berbarengan dengan libur sekolah dan libur akhir tahun sehingga ramai pengunjung. Bahkan kata penduduk disini saat sore hari dan malam malah lebih ramai lagi. Mungkin mereka orang-orang yang mau ngecamp disini.

Penampakkan gunung Munara
Numpang eksis dulu ya guys
       Aku bersama suami dan 2 anakku berangkat ke gunung Munara pada hari sabtu, 26 Desember 2015 menggunakan motor Vega ZR Yamaha ( siapa juga yang nanya hihihi... ). Berangkat dari Depok 2 Tengah jam 07.00 dan sampai di lokasi jam 08.45. Perjalanan 1 jam lebih 45 menit karena jalannya santai banget. Buat kamu yang seneng ngebut pasti bisa sampai lebih cepat deh.

       Kami berangkat lewat jalan Margonda Raya terus ambil yang kearah Pasar Depok Lama - Dari situ ambil jalan yang ke Sawangan lurus aja terus sampe ketemu pertigaan Parung bingung lalu belok kiri - trus lurus aja ngikutin jalan raya sampe ketemu Mc Donald disebelah kiri jalan deket lampu merah lalu belok kiri lagi - terus lurus aja kearah pasar Parung. Nah di pasar Parung itu ada belokan ke Kanan yang Kearah Ciseeng,  ikutin aja jalannya - luruuuuuus terus lumayan jauh sampai ada pertigaan  belok kanan - dari situ tinggal ngikutin jalan aja sampai nanti ketemu penunjuk arahnya, dari situ udah deket koq.

Plang penunjuk arah
       Dari depan situ ga jauh koq ke lokasi gunung Munara. Pas sampai di lokasi kami langsung masuk ke parkiran, nanti kita akan diberikan karcis parkir yang ditulisi nomer plat kendaraan kita dan untuk pembayaran parkirnya langsung di loket pembelian tiket. Biaya parkir motor Rp 5.000,- dan biaya parkir mobil Rp 10.000,-. Untuk tiket masuk per orang dikenakan biaya Rp 5.000,- untuk dewasa dan anak-anak harga tiketnya sama saja. Setelah dari parkiran langsung aja masuk ke area situs gunung Munara.

Parkiran motor
Gerbang masuk gunung Munara
Loket pembelian tiket
        Setelah selesai semua urusan administrasi, kami melihat dulu peta jalur pendakian supaya tau apa saja yang bisa dikunjungi di situs gunung Munara.

Jalur pendakian situs gunung Munara
     Nah.. mulailah petualangan kami di gunung Munara ( gaya banget deeh ). Dari pintu gerbang gunung munara disebelah kanan kami akan melewati tempat parkiran motor yang tidak terlalu luas, lalu ada mushollah di sebelah kirinya. Setelah itu berjajar warung-warung dan rumah penduduk. Kami ikuti jalannya sampai bertemu dengan sungai kecil yang ada jembatan kayu. Lalu kami  melewati jembatan kayu tersebut menuju gunung Munara. Sebenarnya air sungainya cukup jernih dan segar tapi sayang kurang terawat karena banyak sampah yang bertebaran dipinggir sungai.

Jembatan kayu menuju gunung Munara
       Setelah melewati jembatan kayu tadi, kami mulai menelusuri jalan yang agak kecil, kira-kira hnaya cukup untuk 2 atau 3 orang berbadan sedang. Lalu kami disuguhi oleh pemandangan sawah yang menghijau. Duhh deneng banget deh liatnya walau pun tempatnya panas tapi ada sawah yang cakep.

Sempetin mejeng dulu di sawah
       Setelah melewati sawah ikuti terus jalannya yang agak kecil itu  lalu ketemu sama warung dan toilet umum satu-satunya diarea pendakian gunung Munara. Kami pun beristirahat sejenak untuk minum dan makan camilan bersama anak-anak.

Warung pertama dan toilet di jalur pendakian
        Setelah istirahat sejenak mulailah kami melanjutkan perjalanan. Walau pun jalur pendakian gunung Muanara tidak sepanjang gunung-gunung besar macam gunung Gede-Pangrango tapi trek pendakiannya cukup bikin ngos-ngosan juga loh karena jalannya yang selalu menanjak. Tapi jangan khawatir, diepanjang jalur pendakian banyak sekali warung-warung bertebaran dan jarak warungnya dekat mungkin sekitar 100 atau 200 meteran.

Melanjutkan perjalanan
Trek pendakian yang cukup menanjak
       Satu hal yang perlu kita ingat adalah walau pun gunung Munara ini termasuk pendek, hanya berkisar sekitar 875 atau 1150 mdpl (beda-beda pendapatnya) tapi kita tidak boleh meremehkan jalur pendakiannya, karena cukup melelahkan juga loh. Aku aja sampe sempet tiduran sebentar di pos 2.

       Setelah beristirahat di pos 2 kami pun kembali melanjutkan perjalanan kami. Semakin lama jalannya semakin menanjak dan melelahkan. Pas lagi cape-capenya tiba2 lewat perempuan yang lagi hamil 4 bulan ( yaa ampyuun nih ibu jagoan banget deh.. lagi hamil mainnya ke gunung ). Langsung semangat lagi deh aku. Orang yang lagi hamil aja semangat, aku ga boleh kalah dooongg..

Ibu hamil yang gagah
       Semakin lama jalannya semakin menanjak. Tapi tetep semangat dong. Apalagi si kaka' sama si adik udah jauh jalan duluan ninggalin bundanya ( mereka semangat banget ngedaki gunung Munara ) jadi harus buru-buru nyusulin bocah dong coz khawatir mereka kenapa-napa ( kekhawatiran yang berlebihan, padahal sih mereka seneng banget mengeksplor jalur pendakian ).

       Tidak lama kemudian kami sampai di goa. Goa ini merupakan situs bersejarah karena goa ini dulu digunakan oleh Sultan Maulana Hasanuddin Banten bin Syaikh Syarif Hidayatullah ( Sunan Gunung Jati ). Disamping goa ada pohon besar yang akar-akarnya besar-besar dan menggantung sehinnga bisa untuk main dan foto-foto.

Goa Gadokan Kuda Sultan Maulana Hasanuddin Banten
Tulisan pada batu goa
Akar pohon besar
        Setelah puas main dan foto-foto di goa kami pun melanjutkan perjalanan. Kami lalu disuguhi pemandangan yang semakin indah. Walau pun gunung Munara sangat panas tetapi pemandangannya bagus jadi seneng banget deh bisa kesini.

Melanjutkan perjalanan lewat batu goa dan akar pohon besar

Pemandangan dari atas lereng dekat pos 2
Pemandangannya kece kaan
Si adik juga ikutan eksis
      Kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Makin lama jalannya semakin menanjak dan tadaaaa... akhirnya setelah sekitar 1 jam kami menjelajahi jalur pendakian, sampailah kami di gunung Munara. Disini hawanya lebih panas karena gunung Munara ternyata adalah gunung batu yang tandus. Hanya ada sedikit tanaman yang tumbuh pada gunung ini. Walau pun panas banget tapi pemandangan disini memang indah loh. Apalagi pemandangan yang diambil dari puncak gunung Munara.

Ayah dan kaka' di puncak Munara
Pemandangan dari puncak gunung

  
Pemandangan dari sisi yang lain
        Oh ya puncak gunung Munara ini ada dua loh. Itu karena gunung Munara ini merupakan gunung batu yang terbelah menjadi dua bagian, makanya dikenal juga dengan nama batu belah.

Lorong diantara batu belah
        Setelah turun dari puncak gunung kami pun mencari tempat untuk makan. Ada 2 warung didekat puncak gunung tapi kami udah membawa bekal dari rumah jadi tinggal mencari lapak untuk makan. Saat mencari tempat untuk makan ternyata kami menemukan 1 goa lagi. Tadinya kupikir itu goa Soekarno karena kami belum berhasil menemukan goanya. Tapi ternyata itu adalah Goa Patilasan Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Mungkin semacam tempat yang digunakan untuk menyendiri atau bertapa. Semacam itulah.

Plang peraturan situs Munara

Goa petilasan Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Ini beda sama goa yang pertama yaa
Keterangan tapak tongkat Sultan Hasanuddin Banten
        Akhirnya selesai juga petualangan kami disini. Setelah puas mengeksplor gunung Munara kami pun pulang. oh iya untuk kamu-kamu yang seneng ngecamp, di gunung Munara ini ga ada sumber air. Satu-satunya sungai cuma yang ada di depan sebelum jalur pendakian. Jadi kalau mau ngecamp disini pastikan membawa persediaan air yang banyak biar ngga bolak-balik ke warung untuk beli air. Karena lumayan melelahkan juga kalau harus bolak-balik dari tenda ke warung, karena kalau bukan hari libur belum tentu semua warungnya buka.

       Begitulah pengalamanku nanjak di gunung Munara. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran buat kalian yang mau menjajal trek gunung ini. Sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya.










Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Pijat Refleksi Yang Nyaman di Depok

Nice Home Work 9

Nice Home Work 6