Kisah kista part 2

Alhamdulillah akhirnya bisa nulis lagi. Ini nulis dalam kondisi bedrest karena lagi kambuh sakitnya. Tapi ga papa, disyukuri aja, semua yang Allah kasih pasti ada kebaikan dibaliknya.

Sekarang mau ngelanjutin cerita tentang pemeriksaan kista yang sebelumnya. Tgl 1 Desember yang lalu kan udah berobat ke Naura Medika, dan hasil pemeriksaan dr. Marisa ada kista di ovarium kiri 4.5cm. Sarannya diangkat krn udah menimbulkan banyak gejala. Jadi beliau menyarankan berobat lewat jalur bpjs aja.

Nah akhirnya aku berobat ke Klinik Proklamasi, karena faskes 1 qu disana. Setelah dikasih rujukan sm dokter klinik, aku memutuskan untuk kontrol di RS. Hga karena lebih dekat dari rumah jadi bolak baliknya lebih mudah.

Jadilah hari jumat, 8 Desember 2017 periksa via BPJS. Eh tapi ternyata dokter spesialis kandungannya laki2 semua😱😱
Aku ga mau diperiksa sama dokter laki2, karena nanti kan usg nya transvaginal. Selagi masih ada dokter perempuan ga daruratlah untuk periksa sama dokter laki2. Akhirnya berobat mandiri aja, ga jadi pakai BPJS karena aku maunya sama dokter perempuan.

Akhirnya memutuskan untuk periksa ke dr. Dewi, S.pog, karena dr teman2 banyak yang menyarankan. Katanya dokternya ramah dan komunikatif. Okaylah semoga aja ada penjelasan yang bikin tenang.

Siang harinya abis ngajar tahsin ibu2 berangkatlah ke HGA sama si kakak. Sebelumnya pagi2 sama ayang udah didaftarin dulu. Ternyata sesuai perkataan teman2, dokternya baik dan ramah😍

Setelah ngobrol2 sedikit ngejelasin kondisinya kalau aku didiagnosa kista sm dokter sebelumnya, terus diperiksa usg transvaginal deh. Hasilnya benar ada kista di ovarium kiri, ukurannya 3.5cm. Alhamdulillah lebih kecil 1cm dari pada perkiraan waktu di Naura Medika.

Pas pemeriksaan ini sm dokter dewi dijelaskan kalau ini jenis kista ovarium, bukan kista coklat dan ini jenis kista yang tidak bisa hilang sendiri. Artinya seumur hidup akan berteman sama kista. Kalau pun dioperasi, jenis kista ini akan tumbuh lagi. Karena operasi kista cuma mengangkat kistanya aja, tidak bisa mencabut akarnya😢

Penjelasannya sama seperti penjelasan dr. Marisa. Baiklah, harus tetap semangat. Tapi sedih lagi pas dr. Dewi bilang kesempatan hamilnya kecil. Bisa hamil tapi susah. Karena kistanya di ovarium jd sel telur tidak bisa keluar karena menempel pada kistanya. Kalau sel telurnya tidak bisa keluar, artinya sel telur tidak bisa dibuahi oleh sperma. Artinya.... 😭

Aahh tapi tetap harus percaya pada kebesaran Allah. Tak ada yang tak mungkin jika Allah sudah berkehendak. Jadi harus tetap optimis, in syaa Allah nanti akan ada saatnya lagi untuk hamil.

Pas denger dokter bilang sulit untuk hamil langsung teringat sama si adik. Karena adik pengen banget punya adik bayi. Kalau dia tau bundanya sulit untuk hamil pasti adik sedih banget deh. Makanya aku ga bilamg sama anak2, cuma minta supaya anak2 banyakin doa aja.

Oiya pemeriksaan kali ini dr. Dewi ngasih pengantar untuk cek lab, periksa darah CA 125 untuk melihat apakah kistanya bisa berkembang menjadi ganas atau tidak. Dan diinfokan sama dokternya kalau biaya pemeriksaannya 600rb. Wah lumayan mahal kan. Tapi ga papa deh biar lebih tenang, semoga ga ada yang bahaya.

Kata dokternya pemeriksaannya bisa kapan aja. Jadi bisa ngumpulin uang dlu, soalnya kan mau beli obat herbal juga buat terapi kistanya.

Yah begitulah ujian yang harus dilalui. Allah kasih ujian karena sayang sama hamabaNya. Biar lebih kuat. Biar lebih sabar.

Dinikmati saja setiap prosesnya. Dokter ga bisa kasih obat karena aku masih pengen hamil. Obat kista kata dokternya bisa menghambat kehamilan. Aku ga mau. Jalani aja dulu. Mulai sekarang kalau kemana2 harus selalu sedia obat pereda nyeri macam asfem, parasetamol atau ibuprofen.

Semoga cepet sehat n bs cepet hamil juga😍


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempat Pijat Refleksi Yang Nyaman di Depok

Nice Home Work 9

Nice Home Work 6